Membeli properti adalah suatu hal yang susah-susah gampang untuk dilakukan.

Selain membutuhkan dana dalam jumlah besar..

pemahaman mengenai istilah-istilah dalam sistem KPR juga diperlukan agar tidak salah langkah. ‘Malu bertanya sesat di jalan’, demikian juga dengan perihal membeli rumah. Bagi kaum milenial yang hendak mengajukan KPR untuk pertama kali, istilah-istilah seperti down payment, fix atau floating rate mungkin masih terdengar asing. Oleh sebab itu, berikut beberapa penjelasan istilah penting dalam sistem KPR yang perlu diketahui:

KPR sendiri sebenarnya merupakan singkatan dari Kredit Pemilikan Rumah. Cara pembayaran ini sering diterapkan oleh para pembeli rumah. KPR pada dasarnya adalah sistem pembayaran rumah atau barang konsumtif lainnya dengan cara mencicil menggunakan jaminan tertentu. Biasanya, saat mengajukan program KPR, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh pembeli rumah. Salah satunya adalah membayar DP kepada pihak developer (pengembang).

Down Payment (DP) atau uang muka merupakan istilah yang paling sering didengar dan sudah diketahui oleh sebagian besar orang. Bila Anda membeli rumah dengan program KPR, diperlukan dana sebagai tanda bahwa Anda akan membeli rumah tersebut. Uang inilah yang dimaksud dengan uang DP.

Booking Fee adalah istilah yang biasanya sering diucapkan oleh para sales saat acara launching berlangsung. Uang ini merupakan bukti keseriusan customer yang hendak membeli rumah sebelum masuk ke tahap pembayaran DP. Dengan membayar booking fee, maka secara otomatis sisa biaya yang harus dibayarkan sebagai uang DP juga ikut berkurang.

BI Checking merupakan poin penentu dari dikabulkan atau tidaknya pengajuan KPR. Istilah ini sebenarnya mengacu pada pemeriksaan yang dilakukan oleh Bank Indonesia. Mengingat harga rumah cenderung relatif mahal, tentu Anda harus memiliki kemampuan dalam membayar setiap bulannya. Bila hasil dari BI Checking ditemukan kendala, ada kemungkinan pengajuan KPR ditolak dan riskan masuk ke dalam daftar black list Bank Indonesia.

Appraisal adalah penilaian harga rumah yang dilakukan oleh pihak bank sebelum memberikan dana pinjaman KPR. Pihak bank akan mengunjungi rumah yang akan dibeli dan melihat secara langsung untuk menilai harga rumah tersebut.

Tenor sebenarnya merupakan jangka waktu yang akan diambil untuk cicilan. Umumnya tenor tersedia dalam rentang waktu 10 tahun, 15 tahun, 20 tahun hingga 25 tahun. Penentuan tenor dilihat dari kemampuan mengangsur (ability to pay), usia, pekerjaan pembeli rumah serta faktor pendukung lainnya.

Plafon adalah istilah yang digunakan untuk total pinjaman atau kredit yang diberikan oleh pihak bank. Besaran plafon biasanya sebesar 80% dari harga rumah yang dibeli. Biaya inilah yang kemudian akan dicicil tiap bulannya oleh pembeli.

Akad yang dimaksud dalam istilah KPR adalah perjanjian yang dilakukan antara pembeli rumah dengan pihak bank sebagai bukti komitmen bahwa keduanya akan menjalankan hak dan kewajiban masing-masing. Apabila terdapat pelanggaran, maka terdapat sanksi yang harus dijalankan oleh pihak yang melanggar.

Agunan atau jaminan diperlukan oleh pihak bank apabila seandainya pembeli rumah tidak sanggup melunasi cicilan kredit rumah. Saat pengajuan KPR, biasanya surat kepemilikan rumah akan ditahan oleh bank sebagai agunan. Sehingga, pihak bank akan menyita rumah secara otomatis saat KPR tidak berjalan lancar.

Flat/floating rate adalah istilah untuk tingkat suku bunga dari cicilan KPR. Sudah menjadi rahasia umum bahwa cicilan kredit memiliki biaya bunga yang harus dibayar tiap bulannya. Namun biasanya, untuk beberapa tahun pertama angsuran berjalan, bank akan memberikan tingkat suku bunga yang bersifat tetap (flat rate). Setelah itu, bank akan membiarkan tingkat suku bunga mengambang sesuai perhitungan bank. Inilah yang disebut dengan istilah floating rate.

Setelah mengetahui semua istilah tersebut, kini saatnya Anda untuk menentukan rumah idaman Anda. Bila Anda merindukan nuansa lingkungan perumahan yang hijau dan lengkap akan fasilitas, Puri Botanical yang terletak di daerah Jakarta Barat adalah jawabannya. Dikembangkan oleh PT. Copylas Indonesia yang merupakan anak perusahaan dari PT. Jakarta Setiabudi Internasional, Tbk (JSI), Puri Botanical menawarkan 8 unsur dalam perumahannya yaitu lokasi premium, kehidupan modern, area eksklusif, perumahan botanic, arsitektur ramah lingkungan, waktu keluarga, pengembang ternama dan gaya hidup privat.

Saat ini, Puri Botanical tengah memasarkan unit hunian terbarunya yaitu Gracia. Apabila Anda tertarik untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan kunjungi Kantor Pemasaran Puri Botanical yang terletak di Jl. Joglo Raya No. 48, Jakarta Barat atau menghubungi tim marketing melalui nomor 021-5870077.

Kembali ke Berita & Pembaruan